Jumat, 06 Maret 2015

Peribahasa Populer


 A
* Ada asap ada api > Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.
* Ada gula ada semut > Dimana ada kesenangan di situlah banyak orang datang.
* Ada udang di balik batu > Ada suatu maksud yang tersembunyi.
* Air beriak tanda tak dalam > Orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya.
* Air besar batu bersibak > Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan.
* Air tenang menghanyutkan > Orang yang pendiam biasanya banyak ilmunya.
* Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga > Sifat orang tua pasti menurun pada anaknya.
* Air susu dibalas air tuba > Kebaikan dibalas kejahatan.
* Anjing menggonggong, khafilah berlalu > Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
* Api dalam sekam > Perbuatan jahat yang tak tampak.
* Asam di darat, garam di laut, bertemu di belanga > Kalau sudah jodoh, walaupun jauh bertempat tinggal pasti bertemu juga.
B
* Bagai air di atas daun talas > Orang yang tidak punya pendirian yang tetap.
* Bagai api dengan asap > Persahabatan yang abadi.
* Bagai anak ayam kehilangan induk > Bercerai berai karena kehilangan tumpuan.
* Bagai bulan kesiangan > Pucat dan lesu.
* Bagai duri dalam daging > Selalu terasa tidak menyenangkan hati.
* Bagai kacang lupa akan kulitnya > Tidak tahu diri, lupa akan asalnya.
* Bagai katak dalam tempurung > Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.
* Bagai kebakaran jenggot > Bingung tak karuan.
* Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau > Hidup dalam kesukaran / kesengsaraan.
* Bagai mencincang air. > Mengerjakan perbuatan yang sia-sia.
* Bagai mendapat durian runtuh. > Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka tanpa harus bersusah payah mendapatkannya.
* Bagai menegakkan benang basah. > Melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan.
* Bagai mentimun dengan durian. > Orang yang lemah / miskin melawan orang kaya / kuat.
* Bagai musuh dalam selimut. > Musuh dalam kalangan / golongan sendiri.
* Bagai pagar makan tanaman. > Orang yang merusak barang / sesuatu yang diamanatkan kepadanya.
* Bagai pinang dibelah dua. > Dua orang yang serupa benar.
* Bagai pungguk merindukan bulan. > Seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tak terbalaskan.
* Bagai telur di ujung tanduk. > Sesuatu keadaan yang sangat sulit.
* Bagaikan air dengan minyak. > Tak dapat bersatu.
* Bagai makan buah simalakama, dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati > Melakukn dua pekerjaan yang sama-sama berbahaya.
* Belum bertaji hendak berkokok. > Belum berilmu/kaya/berkuasa sudah hendak menyombongkan diri.
* Belum beranak sudah ditimang. > Belum berhasil, tetapi sudah bersenang-senang lebih dulu.
* Berani karena benar, takut karena salah > Orang yang bersalah senantiasa dalam ketakutan.
* Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. > Bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung.
* Bergantung pada akar lapuk. > Mengharapkan bantuan dari orang yang tidak mungkin memberikan bantuan.
* Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. > Belajar harus sungguh-sungguh, jangan terputus di tengah jalan.
* Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi > Orang belajar haruslah bersungguh-sungguh tidak boleh setengah-setengah.
* Bermain air basah,bermain api hangus. > Setiap pekerjaan atau usaha ada susahnya.
* Bertepuk sebelah tangan > Kebaikan yang hanya dari satu pihak.
* Besar pasak daripada tiang. > Besar pengeluaran daripada pendapatan.
* Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya > Sifat seorang anak tidak tidak jauh beda dari orang tuanya.
* Bumi tidak selebar daun kelor. > Dunia tidak sempit.
* Buruk rupa cermin dibelah > Menyalahkan orang lain meskipun dia sendiri yang bersalah.


C
* Cepat kaki , ringan tangan > Cekatan dan lekas mengerjakan sesuatu. ( Suka menolong sesama umat )
D
* Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu > Pikiran orang tidak dapat diketahui.
* Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. > Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
* Datang tampak muka, pulang tampak punggung. > Datang dan pergi hendaklah memberi tahu.
* Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu > Mulutnya manis tetapi hatinya jahat.
* Dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung > Dimana kita tinggal, hendaklah menurut adat istiadat di negeri itu.
* Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi > Sejajar kedudukannya ( martabat atau tingkatannya )
G
* Gajah dipandang karena gadingnya, harimau dipandang karena belangnya > Manusia dipandang dengan segala yang ada pada dirinya.
* Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak / Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. > Kesalahan / aib sendiri yang besar tidak tampak, kesalahan / aib orang lain meskipun sedikit tampak jelas.
* Gajah mati karena gadingnya. > Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya.
* Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. > Orang terkenal jika ia mati dalam beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya.
* Gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah > Jika terjadi pertengkaran antar orang besar, maka rakyat yang akan menderita.
* Gali lubang, tutup lubang. > Berhutang untuk membayar hutang yang lain.
* Gayung bersambut, kata berjawab. > Menangkis serangan orang, menjawab perkataan orang.
* Guru makan berdiri, murid kencing berlari > Dalam segala hal murid akan selalu mencontoh gurunya, jika guru berbuat yang tidak patut maka murid akan berbuat yang jauh lebih buruk.
H
* Habis manis sepah dibuang > Setelah tidak berguna lagi lalu dibuang tanpa dipedulikan lagi.
* Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua. > Budi bahasa / perbuatan yang baik tidak akan dilupakan orang.
* Hangat-hangat tahi ayam. > Kemauan yang tidak tetap.
* Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama > Orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedamngkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk.
* Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. > Keinginan atau cita-cita yang mustahil dapat dicapai.
* Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai > Kalau kita ingin kaya hendaklah menabung (berhemat), kalau kita ingin pandai hendaklah rajin belajar.
* Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri > Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri.
I
* Ilmu padi makin berisi makin merunduk > Makin banyak pengetahuan makin merendahkan diri.
J
* Jauh di mata dekat di hati > Sekalipun berjauhan, tapi harus selalu ingat – mengingat.
* Jauh panggang dari api > Banyak bedanya, tidak kena, tidak benar.
* Jinak-jinak merpati hendak ditangkap ia pun terbang > Seorang perempuan yang pura-pura mau tetapi sebenarnya tidak mau.
K
* Kalah jadi abu menang jadi arang. > pertengkaran / permusuhan akan merugikan kedua belah pihak ( sama-sama merugi ).
* Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. > Karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang kebaikan yang telah diperbuat.
* Karena tak kenal, maka tak sayang > Kita harus mengenal terlebih dahulu baru bisa mengetahui baik buruknya.
* Kecil-kecil cabai rawit. > Kecil, tetapi cerdik / pemberani / membahayakan.
* Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak > Kesalahan orang sedikit saja tampak tetapi kesalah sendiri tidak disadari.
L
* Lain di mulut lain di hati. > Yang dikatakan / diucapkan berbeda dengan isi hatinya.
* Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. > Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.
* Lempar batu sembunyi tangan. > Melakukan sesuatu, kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.
* Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya. > Lepas dari bahaya yang besar, jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.
* Lidah tak bertulang > Orang mudah mencela orang lain, dengan tidak berpikir terlebih dahulu.
M
* Malu bertanya sesat di jalan > Orang yang malu bertanya kepada orang yang lebih pandai akan merugi.
* Masuk dari kuping kiri, keluar lewat kuping kanan > Tidak mendengarkan nasehat
* Mati ikan karena umpan, mati saya karena budi > Kita bisa celaka karena tingkah laku yang kurang baik.
* Memancing di air keruh > Mencari keuntungan dalam perselisihan orang.
* Menjilat air ludah > Orang yang tidak mempunyai malu.
* Menyingsingkan lengan baju > Bekerja keras.
N
* Nasi sudah menjadi bubur. > Sudah terlajur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.
* Nila setitik rusak susu sebelanga > Karena kesalahan yang kecil hilang kebaikan yang telah diperbuat.
P
* Pagar makan tanaman > Orang yang dipercaya menjaga sesuatu, tetapi ia sendiri yang merusaknya.
* Pucuk dicinta ulam pun tiba > Yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.
R
* Rambut sama hitam, hati masing – masing > Setiap orang mempunyai kesenangan sendiri-sendiri.
S
* Seperti kuda lepas pingitan > Orang yang sangat gembira karena lepas dari kungkungan.
* Seperti durian dengan mentimun. > Orang lemah / miskin / bodoh melawan orang kuat / kaya / pandai.
* Senjata makan tuan > Binasa karena tipu daya diri sendiri.
* Sambil menyelam minum air > Mendapatkan suatu keuntungan , masih dapat mencari keuntungan yang lain.
* Selama hayat dikandung badan > Selama kita masih hidup.
* Si cebol hendak mencapai bulan > Menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai.
* Sekali rengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui > Sekali melakukan pekerjaan beberapa maksud tercapai.
* Seperti kerbau dicocok hidung > Selalu menurut saja karena kebodohannya.
Seperti katak dalam tempurung > Sangat picik pengetahuan/makin kurang luas pandangannya.
* Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain. > Pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga.
* Seorang makan cempedak, semua kena getahnya. > seorang berbuat salah, semua dianggap salah juga.
*. Seperti cacing kepanasan. > Tidak tenang, selalu gelisah.
* Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. > Pikir dahulu masak-masak sebelum berbuat sesuatu ( pikirkan untung dan ruginya ).
* Setali tiga uang. > Sama saja, tidak ada bedanya.
* Serigala berbulu domba. > Orang yang kelihatannya bodoh dan penurut tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang.
T
* Tahu asam garamnya. > Tahu seluk beluknya / berpengalaman.
* Tidak pasah kena pisau, tak sakit kena alu > Orang yang sangat tabah menghadapi cobaan.
* Tak ada laut yang tak berombak > Tiap-tiap pekerjaan ada resikonya.
* Tak ada gading yang tak retak > Tidak ada sesuatu yang tiada cacatnya.
* Takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia > Jangan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang telah pasti.
* Tiada rotan akarpun jadi. > Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga.
* Tong kosong nyaring bunyinya. > Orang yang bodoh biasanya banyaknya cakapnya/ pembicaraannya.
U
* Udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu di buruknya > Orang buruk yang menyangka dirinya bagus.
* Umur setahun jagung. > Belum berpengalaman.
* Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati > Kebaikan orang akan diingan selama-lamanya.

Kamis, 29 November 2012

Laporan Observasi

-->
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Soaial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang disiplin ilmu sosial seperti misalnya : sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi/antropologi dan sebagainya. Disiplin ilmu tersebut mempunyai keterpaduan yang tinggi karena geografi memberikan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sejarah memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, ekonomi memberikan wawasan tentang berbagai macam kebutuhan manusia dan sosiologi/antropologi memberikan wawasan yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur social dan sebagainya
Untuk mengetahui sejauhmana implementasi kurikulum KTSP IPS di tingkat sekolah dasar maka perlu observasi atau pengamatan untuk pengumpulan data/fakta empiris sebagai penguatan dalam analisa suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.Oleh karena pembelajaran IPS Terpadu merupakan gabungan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, yang biasanya terdiri atas beberapa mata pelajaran seperti Geografi Sosiologi/Antropologi, Ekonomi, dan Sejarah, maka dalam pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. implikasi guru yang mengajar di kelas harus mampu menguasai dan mengintegrasikan seluruh ilmu-ilmu sosial tersebut melalui teori-teori belajar. Aplikasi teori-teori belajar bertujuan untuk mencapai keberhasilan, efektivitas, dan efisiensi dalam pembelajaran yang dilangsungkan di kelas meski belum semua guru menguasai teori belakar dengan baik, ada beberapa teori pembelajaran antara lain:
1)      teori belajar disiplin mental;
2)      teori belajar behavioristik;
3)      teori belajar kognitif;
4)      teori belajar humanistik;
5)      teori belajar kultural; dan
6)      teori belajar andragogik.
 Teori-teori belajar tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan masing-masing. Aplikasi teori belajar di lembaga pendidikan, dalam hal ini di sekolah, harus disesuaikan dengan aspek-aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Aspek-aspek tersebut seperti; usia peserta didik, karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, kebutuhan khusus, setting atau lingkungan belajar, dan lain sebagainya. Berangkat dari berbagai permasalahan yang ada dalam pelaksanaan pembelajaran maka penulis melakukan pengamatan/ observasi mengenai implikasi pembelajaran di Sekolaha Dasar Negeri 1 Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Tahun 2012 Semester 1 Tahun Pelajaran 2012/2013
B.        Tujuan Observasi
Observasi dilakukan melalui pengamatan pada saat guru melaksanakan KBM,. kegiatan observasi ini bertujuan untuk melakukan pengamatan implementasi pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 1 Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Tahun 2012 Smester 1 Tahun Pelajaran 2012/2013.          Hasil pengamatan didiskripsikan untuk dianalisis terkait dengan kegiatan pembelajaran serta permasalahan yang muncul.
C.        Ruang Lingkup Kegiatan Observasi
Observer melakukan pengamatan dengan membaur pada saat kegiatan pembelajaran sedang metode yang digunakan dalam observasi penggabungan antara non partisipate observation dan  Partisipate observation dimana observer tidak terlibat secara langsung dalam pembelajaran namun pada saat tertentu masuk dalam kegiatan pembelajaran untuk memperoleh data yang dibutuhkan, kedudukan observer dalam kegiatan pembelajaran adalah melakukan pengamatan secara detail terhadap aktifitas guru dan siswa serta mencatat hal-hal yang terkait dengan hasil pemgamatan. Keterlibatan observer dalam kegiatan pembelajaran dilakukan seminimal mungkin agar tidak mempengaruhi arah proses pembelajaran yang mengacu pada teori belajar tententu. Untuk melengkapi hasil pengamatan yang belum tercaver selama pembelajaran berlangsung observer mengajukan pertanyaan setelah kegiatan pembelajaran selesai baik kepada guru maupun siswa.




















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pelaksanaan Observasi
Kegiatan observasi di Sekolah Dasar Negeri 1 Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Tahun 2012  dilaksan secara kelompok  untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Pembelajaran IPS.Pengumpulan data dilakukan  melalui observasi langsung atau dengan pengamatan langsung yaitu  cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain. Dalam melakukan observasi perlu memperhatikan criteria-kriteria yang ada sehingga data yang diperoleh/ dicatat sebagai bahan analisis benar-benar valid dan akuntabel, pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut memiliki kriteria sebagai berikut:

1.         Pengamatan di gunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara
                                    sistematik;
2.         Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan;
3.         Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan secara proporsi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatiansaja;
4.         Pengamatan dapat dicek dan di kontrol atas validitas dan reabilitasnya;

Untuk memperoleh gambaran nyata  dari kegitan pembelajaran maka pendekatan/konteks dengan sumber data perlu dilakuakan, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan pencatatan atau perekaman segala aspek dalam proses pembelajaran. Berikut adalah pelaksanaan observasi yang dilakukan oleh kelompok observer:

1.      Tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan observasi.
a.       Tempat observasi          :           Sekolah Dasar Negeri 1 Kepil Kecamatan Kepil
             Kabupaten Wonosobo
b.      Kelas                             :           V (lima)
c.       Hari/Tanggal                 :           Selasa/Tanggal 19 Nopember 2012
d.      Waktu                           :           Pukul 7.00 – 9.20 ( jam ke 1&2)
e.       Mata Pelajaran              :           Ilmu Pengetahuan Sosial
f.       Guru pengampu            :           Turini S.Pd

Observer secara khusus melakukan pengamatan kegiatan pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Kepil Kecamatan Kepil,  Kabupaten Wonosobo , untuk  melengkapi data pengamatan observer  melakukan  wawancara kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan serta siswa untuk menggali data perihal pembelajran IPS di sekolah tersebut meliputiantara lain mengenai :


a.      Kurikulum
Secara umum kurikulum yang dipakai disekolah masih menggunakan copy paste dari BNSP sehingga tidak ada pengembangan sama sekali hal ini sangat merugikan sebab indicator yang seharusnya dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah namun pada kenyataanya hal itu tidak dilakukan sehingga kegiatan pembelajaran terkesan memaksakan sehingga hasilnya tidak dapat maksimal.
KTSP merupakan konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah, dalam rangka meningkatkan mutu, dan efisien pendidikan agar dapat memodifikasikan keinginan masyarakat dan menjalin kerja sama yang erat antara sekolah, masyarakat, industry dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik. KTSP member peluang kepada Kepala Sekolah, guru dan peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi disekolah berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial yang muncul dari aktivitas, kreativitas, profesionalisme yang dimiliki. Dengan otonomi sekolah diharapkan dapat melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif sehingga sekolah dituntut memiliki tanggung jawab yang tinggi baik kepada orang tua, masyarakat maupun pemerintah. KTSP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi seperti yang digariskan dalam haluan Negara. Namun pelaksanaan KTSP mata pelajaran IPS yang diberlakukan sejak tahun 2006 menimbulkan berbagai permasalahan di lapangan. Masalah-masalah tersebut adalah: Pelaksanaan Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdapat beberapa hal yang patut dicermati yaitu :
Pelaksanaan KTSP di sekolah-sekolah terdapat keragaman, khususnya keragaman dalam pelaksanaan di setiap jenjang. Berbagai kendala dalam pelaksanaan KTSP belum semuanya bisa melaksanaan terkait dengan masalah pemahaman KTSP maupun tenaga kependidikan  yang kurang menguasai hal tersebut

b.       RPP
Belum semua guru dalam melakukan tugas mengajar malakukan persiapan secara maksimal terutama dalam penulisan RPP, sebagian besar masih menggunakan RPP cetakan sehingga  ada kejanggalan antara Kurikulum dan RPP yang digunakan kadang tidak sama,kurangnya persiapan dalam mengajar karna belum semua guru menguasai penulisan RPP secara benar. Tuntutan KTSP yang harus memperlihatkan situasi dan kondisi sekolah atau daerah semestinya menjadi bahan dalam materi pelajaran. Hal ini terjadi dikarenakan perumusan indikator dan tujuan belum dirumuskan sendiri oleh guru. Ada kecenderungan, guru-guru membuat indikator mengcopy dari buku teks. Selain itu guru harus bisa membedakan rumusan indikator dan tujuan, sehingga tidak rancu dalam merumuskan silabus dan RPP.

c.       Proses pembelajaran
Aktivitas pembelajaran kurang variatip metode yang digunakan rata-rata metode ceramah, diskusi ada kecenderungan bahwa pelajaran IPS adalah pelajaran hafalan. pemahaman seperti ini berakibat pada pembelajaran yang lebih menekankan pada verbalisme. Guru dalam menerapkan metode pembelajaran lebih menekankan pada metode yang lebih menekankan pada aktivitas guru, bukan pada aktivitas siswa. Perlunya inovasi dan kreatifitas pembelajaran dari guru agar metode pembelajaran yang dilakukan hendaknya yang menuntut berbagai jenjang kemampuan siswa. Jenjang kemampuan siswa yang dituntut tidak hanya pada level yang rendah (menghafal). Berbagai keterampilan berpikir dapat dikembangkan, berpikir kritis, melakukan penelitian atau opserfasi, sehingga aspek kognitif, afektif dan psyikomotorik dapat berkembang.

d.       Sarana Pembelajaran
Sarana pembelajaran sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran  IPS. Pada umumnya sarana untuk mendukung pembelajaran IPS masih sangat minim kalau toh ada tinggkat pemanfaatanya masih relative rendah, guru masih kurang maksimal dalam  memanfaatkan alat peraga yang ada, alat peraga sangat penting untuk membantu keberhasilan  proses KBM karena dengan adanya sarana pembelajaran yang baik maka pembelajaran IPS   dapat melihat realitas kehidupan sehari-hari yang merupakan suatu fenomena social agar pelajaran IPS tidak lagi dipahami sebagai mata pelajaran hafalan. Untuk memecahkan masalah –masalah yang berkaitan dengan pembelajaran maka sebaiknya guru dapat  menggunakan sarana pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar. Maka model pembelajaran yang digunakan oleh guru lebih melihat kepada apa yang dapat dilihat langsung oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Model seperti ini dikenal dengan istilah Contextual Teaching Learning (CTL).
B.        Hasil observasi
Setelah dilakukan pengamatan secara detail dan didukung data empiris yang diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa maka observer mencatat data sebagai berikut:
1.      Kurikulum
Dalam penjabaran dan implementasi kurikulum masih banyak ditemui permasalahan antara lain
a)      Belum terpenuhinya 8 standar pendidikan
b)      Sosialisasi KTSP belum merata           
c)      Guru masih berorientasi pada buku teks, tidak mengacu pada dokumen Kurikulu Kurikulum

2.      RPP
Dalam pelaksanaan pembelajaran belum semua guru menyiapkan RPP dengan baik, untuk kegiatan KBM menggunakan RPP cetakan sehingga proses pembelajaran menjadi kurang berkembang dan hasilnya kurang maksimal.

3.      Proses pembelajaran
a.      Kegiatan Awal
1)      Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2)      Presensi Kehadira siswa
3)      Bertanya jawab tentang materi pertemuan sebelumnya.
b.      Kegiatan Inti
a)      Penyampaian materi oleh guru
b)      Tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami
c)      Mengerjakan soal yang ada dalam LKS
c.       Kegiatan Akhir
a)      Kesimpulan
b)      Menyimak informasi materi pertemuan yang akan datang.
c)      Menutup pelajaran dengan doa dan salam.

d.      Metode
Metode yang diterapkan guru adalah ceramah,dan tanya jawab.Guru memilih metode dengan menyesuaikan materi yang diajarkan. Dengan metode yang diterapkan oleh guru diharapkan siswa dapat menerima dan mengerti tentang materi yang diajarkan.

e.       Media
Dalam proses kegiatan belajar mengajar guru menggunakan buku paket,buku LKS,dan alat peraga yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Misalnya alat peraga yang digunakan guru dalam pembelajaran dengan tema ketertiban yaitu gambar – gambar rambu – rambu lalu lintas dan lain- lain. Alat peraga tersebut membantu guru dalam mengenalkan berbagai symbol rambu – rambu lalu lintas pada siswa.

f.       Penanaman Nilai
Nilai – nilai yang ditanamkan melalui pembelajaran IPS adalah
a)      Keberanian mengeluarkan pendapat/fikiran
b)      Menghargai pendapat orang lain
c)      Kejujuran
Setiap melakukan proses belajar mengajar, guru selalu memberikan berbagai nilai – nilai moral kepada siswanya walaupun secara tersirat.Dengan adanya penanaman nilai moral yang dilakukan guru, diharapkan siswa dapat menjadi warga negara yang memiliki moral yang baik,berakhlak mulia dan berguna bagi bangsanya.

g.      Sikap Guru dalam Penyampaian Materi
Dalam menyampaikan materi IPS guru berbicara dengan suara yang teratur,maksudnya adakalanya guru berbicara dengan keras tetapi terkadang guru mengecilkan volume suaranya dengan maksud agar siswa mencoba memperhatikan apa yang sedang di ucapkan oleh gurunya.. Pada saat proses kegiatan belajar mengajar tersebut beberapa siswa ada yang aktif, tetapi ada juga siswa yang pasif hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja.Dalam hal ini tanpa mencoba menilai penampilan guru,tetapi hanya mengamati saja terlihat kemampuan guru dalam menguasai materi sudah sangat fasih dalam menjelaskan materi,walaupun dalam penguasaan kelas agak kurang maksimal.

h.      Kesulitan dalam Menyampaikan Materi IPS
Dari wawancara yang kami lakukan,banyak guru kelas yang merasa kesulitan dalam mengajar materi IPS karena ada beberapa faktor,misalnya:
a)         Kurangnya buku paket IPS dan alat pendukung pembelajaran
b)        Sering berubahnya materi IPS sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
c)         Mencari metode pengajaran yang bervariasi sehingga siswa tidak mudah bosan pada saat berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar IPS
d)        Guru belum begitu menguasai pembuatan RPP.

i.        Buku Ajar
Guru menggunakan buku ajar yang sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku (KTSP). Guru menggunakan buku paket BSE yang berjudul Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V. Buku tersebut didapat dari bantuan BOS sekolah. Setiap proses belajar mengajar, siswa mendapat buku paket setiap dua orang siswa mendapat satu buku, tapi buku paket tersebut harus dikembalikan setelah pelajaran selesai. Selain itu, guru memiliki buku pendukung seperti LKS. Guru menganjurkan setiap siswa memiliki LKS tersebut. Dalam pengamatan observer selama kegiatan KBM pembelajaran berjalan lancar, namun terkesan monoton hal ini disebabnkan inovasi dan kreativitas guru kurang berkembang ini dampak dari penggunaan RPP yang bukan buatan  sendiri sehingga alur pembelajaran menjadi kurang berkembang.



j.        Sarana Pembelajaran
Pada dasarnya di setiap sekolah telah memiliki sarana pembelajaran yang memadai namun belum semua guru mau memanfaatkan alat-alat peraga yang telah ada,  alat peraga sebagai sarana penunjang keberhasilan KBM kurang difungsikan dengan baik.

C.      Analisa Aplikasi Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran
Dari catatan-catatan yang telah kami peroleh maka dapat kami analisa bahwa teori belajar yang diterapkan dalam pembelajaran antara lain :
a)      Teori belajar kognitif
        Pada saat kegiatan pembelajarn guru menggunakan alat peraga yang sesui dengan materi yang ajarkan. Guru tersebut telah memahami bahwa peserta didik usia 7 – 11 tahun masih berada pada tahap taraf berfikir operasional kongkrit, yang artinya bahwa peserta didik tersebut dapat memahami sebuah konsep dengan bantuan benda nyata. Teori belajar yang memahami bahwa belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar adalah teori belajar kognitif.
b)     Teori belajar disiplin mental
        Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab terhadap materi yang telah dibahas. Guru mencoba memperbanyak latihan soal agar peserta didik dapat menguasai materi yang telah dipelajari. Metode yang diterapkan guru tersebut sesuai dengan teori belajar disiplin mental yaitu teori pembelajaran yang berasumsi bahwa otak manusia perlu senantiasa dilatih secara terus menerus dengan cara memberikan materi secara terus-menerus.















BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Aplikasi teori-teori belajar bertujuan untuk mencapai keberhasilan, efektivitas, dan efisiensi dalam pembelajaran yang dilangsungkan di kelas. Kenyataan bahwa pemahaman mengenai teori-teori belajar di kalangan peserta didik memang masih menjadi hal yang belum umum dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah-sekolah, tidak berarti bahwa selama ini praktek pembelajaran tidak tercakup dalam teori-teori belajar. Sebenarnya pendidik telah mengaplikasikan teori-teori belajar dalam pembelajaran yang diampunya.

B.       Saran
Agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, pendidik dapat menggunakan teori belajar sesuai dengan karakteristik siswa. Sehingga mampu menumbuhkan respon dari setiap individu  agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, membantu mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik serta membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.